QSF (Quartindo) Booth IFEX 2019
Jakarta
Dirancang untuk debut QSF di IFEX 2019, ruang pamer seluas 160 m² karya Eva Natasa Studio dan Aldo Felix Studio ini bermain dengan kontras antara geometri keras dan lunak, material alami dan hasil rekayasa, serta permukaan mentah dan halus. Jati Jawa, rotan Kalimantan, bata merah Bali, dan benang polipropilena dipadukan menjadi komposisi ruang yang utuh, mencerminkan kekayaan material dan keterampilan tangan Indonesia.
Arsitek / Desainer
Studio Eva Natasa & Aldo Felix
Tahun
2019
Lokasi
Jakarta
Material
Rotan Alami

Tantangan
Tantangannya adalah menyatukan material dengan karakter yang berbeda-beda sambil menjaga bahasa visual yang selaras di seluruh ruang pamer. Panel anyaman harus menyeimbangkan karakter alami rotan dengan kesan rekayasa dari benang polipropilena, sekaligus melengkapi elemen jati yang dibuat khusus dan material mentah lain di ruangan.
Setiap panel berawal dari helai rotan mentah yang dicelup, dikeringkan, dan dijajarkan tangan oleh perajin sebelum kerangka anyaman ditarik di atas alat tenun.

Solusi
BYO Living mengembangkan anyaman rotan alami untuk panel pameran, memadukan rotan dengan benang polipropilena untuk menghasilkan kontras tekstur dan ekspresi material yang khas. Anyaman ini menyatu dengan elemen kayu yang dibuat khusus dan palet material mentah, sehingga tiap material tetap berkarakter sambil membentuk komposisi ruang yang utuh.



