Grand Mercure Bukit Bintang, Kuala Lumpur
Kuala Lumpur
Grand Mercure Bukit Bintang mengeksplorasi hubungan antara warisan Malaysia dan desain kontemporer lewat karya seni anyaman yang terinspirasi Bunga Pecah Lapan, motif songket tradisional Malaysia. Bersama Bluwater Studio, BYO Living mengolah motif bunga yang khas ini menjadi panel anyaman kontemporer, menghadirkan referensi budaya di tengah suasana hotel yang modern.
Arsitek / Desainer
Bluwater Studio
Tahun
2025
Lokasi
Kuala Lumpur
Material
Rotan Sintetis, Tali
Pola
Pola Tradisional

Tantangan
Tantangannya adalah menafsirkan ulang motif songket tradisional tanpa menghilangkan karakternya yang mudah dikenali, di dalam bahasa desain yang kontemporer. Polanya harus disesuaikan dengan skala dan struktur panel anyaman tanpa kehilangan keterampilan kriya dan nilai budaya di balik motif aslinya.
Anyaman kisi terbuka yang terinspirasi motif songket Bunga Pecah Lapan, memakai kerapatan, warna, dan garis bersilangan yang kontras untuk menafsirkan ulang karakter geometrisnya. Motif ini disederhanakan dan diperbesar menjadi ekspresi anyaman kontemporer yang pas untuk skala arsitektur.

Solusi
BYO Living mengembangkan motif Bunga Pecah Lapan menjadi panel anyaman kontemporer, menyempurnakan bentuk dan proporsinya agar sesuai dengan penerapan arsitekturnya. Lewat eksperimen material dan pengerjaan tangan, pola tradisional ini mendapat ekspresi baru tanpa kehilangan keterkaitannya dengan warisan budaya Malaysia.


